Menerima Diri Apa Adanya (Self-accepting)



Self-accepting. Itulah yang akan saya bahas setelah ini. Karena saya merasa masalah ini sungguh sangat berbahaya. Tuh sampai-sampai saya tulis tebal.

Self-accepting yang apabila diartikan mempunyai arti menerima diri apa adanya. Tidak melebih-lebihkan penilaian terhadap diri sendiri.

Menerima Diri Apa Adanya
sumber : inboxwealth.empowernetwork.com


Kenapa saya mengangkat tema ini? Karena saya pernah mengalami ini dan sangat membuat saya sedikit depresi #alay. Beberapa hari saya moody. Yah kayak anak cewek gitu. Dikit-dikit kesel, dikit-dikit ngambek. Ngambek kok dikit-dikit.

Apabila seseorang menilai diri sendiri terlalu berlebihan, melebihi nilai yang seharusnya; singkatnya ia masih belum mengetahui keadaannya sekarang atau kurang terima dengan keadaannya sekarang. Maka akan timbul sifat jelek berikut.

1. Sombong

Doi akan merasa dirinya perfect karena penilainnya yang berlebihan. Sehingga apabila pandangan orang lain -yang sebenarnya sesuai dengan keadaannya sekarang- nggak match dengan sudut pandangnya ia akan merendahkan lawan bicaranya, atau malah mengolok-olok.

2. Mudah Tersinggung

Oh, ini juga imbas dari debat. Doi akan merasa sakit di lubuk yang paling dalam #alay. Karena ia merasa ia direndahkan orang lain.

3. Sudut Pandang yang Keliru

Di setiap waktu doi akan terus merasakan sakit karena –merasa- dicemooh oleh orang lain atas kekurangannya (padahal itu emang kekurangannya -_-). Ia menjadi (menurut sudut pandang Doi) orang yang paling tersakiti, teraniaya, meraskan jilatan kejamnya dunia dan masih banyak sudut padang negative yang ia pakai untuk melihat dunia yang indah ini.

Itu aja lah. Ini juga saya dapat dari sudut pandang dan pengalaman diri sendiri. Kan ini kategori Dairy, gak apa kan laki-laki punya Dairy. Laki-laki juga punya cerita *diinjek*.
Oh ya saya hampir lupa dengan obatnya (baca:solusi). Sebenarnya saya juga baru mulai tips ini, baru nemu tadi siang saat di warnet yang niatnya pingin cari materi buat MID besok jadi belok ke website motivasi karena flashdisk yang sampai sekarang masih ngambek nggak mau pulang (baca:hilang).

1. Terapkan Self-accepting

Yah jika mau lepas dari belenggu rasa sakit yang  ditimbulkan dari penilaian diri yang tidak sesuai. Cobalah untuk membuat table kelebihan dan kekurangan. Kemudian bandingkan mana yanglebih banyak. Setelah itu coba baca ulang dam renungilah #sok_bijak. Maksud dari renungilah mana kelebihan dan kekurangan yang sebenarnya.

Kelebihan dan kekurangan sebenarnya? Seringkali kita berlebihan dalam menilai diri. Karena itu kita juga butuh penilaian dari orang lain. Cari orang yang dekat dan udah kamu percayai. Kemudian tanyalah kepadanya tentang sifatmu, yang baik dan yang buruk. Jangan Cuma yang baik, itu kan niat kamu  maunya dipuji *plak*.

2. Menerima Apa Adanya

Setelah kita tau apa saja kekurangan dan kelebihan kita, kita bisa mengembangkan apa yang kita punya dan memperbaiki kekurangan kita. Menurut saya ada kekurangan yang tidak bisa diubah, kekurangan fisik. Kalo saya sebut cacat itu terlalu kasar, jadi saya sebut kekurangan fisik. Dan jangan salah pengertian kalo kekurangan yang akan saya bahas berhubungan dengan kegemukan, kurus, dan sejenisnya yang notabanenya masih bisa di atasi.

Kekurangan fisik yang tidak bisa kita ubah ini seharusnya tidak usah kita jadikan masalah. Sebagai manusia kita mempunyai dua sisi layaknya koin, ada kelebihan dan kekurangan. Kita hanya perlu banyak mengambil kesempatan agar koin itu sering menampakkan kelebihan kita.

Andai ada seseoranga yang tidak bisa berjalan karena kehilangan kakinya. Ia bisa mengatasinya dengan membeli kaki palsu kemudian belajar berjalan. Itu yang saya maksud dengan mengambil banyak kesempatan agar peluang untuk menunjukkan kelebihan kita ke orang lain lebih banyak.
Tapi meski kita banyak melempar koin tak jarang kita akan memperlihatkan kekurangan kita. Tapi tak usah dimasalahkan untuk yang kekurangan fisiki karena kita juga harus sadar setiap manusia diberi kelebihan dan kekurangan.

3. Tunjukkan Kelebihanmu

Bukan berarti saya menyuruh kalian untuk sombong. Tapi kalian bisa menggunakan kelebihan kalian untuk berbuat baik.
Contoh. Andai kalian punya bakat menulis, tulislah cerita-cerita yang bermaksud membangun kepribadian yang lebih baik. Kalau kalian muslim atau muslimah kalian bisa membuat cerpen atau novel bertajuk Islami.

Atau jika kalian punya keahlian menggambar. Kalian bisa membuat poster di madding sekolah tentang global warming #umum-banget atau bahaya merokok.

Yah, pokoknya kalian harus bisa untuk menunjukkan bakat kalian, sebenarnya bukan menunjukkan tapi menyumbangkan bakat kalian untuk kebaikan individu disekeliling kita.

Niatnya pingin curhat eh malah jadi kayak Om Mario Teguh #jauh_vroh. Nggak papa lah. Saya sudah memasukkan curhatan saya kedalam  post ini secara sembunyi-sembunyi #keliatan_jelas_banget

Udah yah, pengen tidur buat bekal besok pagi-pagi ngepost nih postingan. Inilah derita yang punya kuota yang cuma bisa dipakai dini hari sampai jam 6 pagi. Eh bukan derita tapi berkah. Kan bisa sekalian sholat tahajjud. #ngeles.

Bye…

No comments:

Post a Comment

Saya harap anda menggunakan bahasa yang sopan dan tidak OoT. Terima kasih.