Menekuni Hobi

"Jadikan hobimu bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain"

Ahooooiii! Terima kasih buat yang masih mau mampir ke rumah saya, maksud saya blog aftu24.blogspot.com ini.
membangun hobi
Sumber : http://renatariyadi.blogspot.com/


Kali ini saya akan mengangkat tema tentang hobi. Tau kan? So pasti sudah tau jadi gak usah saya jelasin ya? Ok, makasih.

Saya akan bercerita tentang hobi saya. Ini tentang blog saya…

 Yah meski blog ini nggak banyak yang baca, atau kemungkinan terburuknya gak ada yang baca. Saya akan tetap menulis.

Kenapa? Karena saya suka menulis.

Dengan menulis saya bisa mencurahkan isi hati #sok_puitis, sebab saya merasa kalimat yang ada dipikiran saya bisa dicerna oleh orang lain lebih cepat jika melalui tulisan. Bila mulut saya yang berkata, entah itu nyata atau hanya mitos, banyak yang tiba-tiba otaknya hang ketika saya bermaksud untuk memberikan isi pikiran saya. Mereka nggak ngerti apa yang saya omongin. Sia-sialah kumpulan huruf dengan intonasi yang saya keluarkan.

Tapi dengan menulis saya bisa sesuka hati mengedit perkataan saya apabila ada yang salah. Bisa membubuhi beberapa kalimat (sok) puitis, yang jadinya gagal abis. Dan bisa merevisi ulang setelah beberapa jam mempublishnya.

Itu tuh alasan saya menulis, nggak semua sih, hanya sebagian. Sekarang saatnya diskusi tentang cara mengembangkan.

1. Ikut Grup

Dengan mengikuti grup kalian bisa mengembangkan bakat kalian. Andai kita mempunyai hobi memasak, kita bisa mengkiuti ekstra tataboga. Disana kalian bisa lebih menajamkan insting kalian saat berhadapan dengan bahan makanan.
Keuntungan lainnya dengan mengikuti Grup seperti ini, kita sama saja dengan meluangkan waktu kita untuk mengasah hobi. Dengan begini waktu untuk hobi kita sudah terorganisir dan lebih mudah untuk menambahkannya di jadwal kegiatan harian #kayak_punya_aja.
Coba banyangkan andai kita memiliki hobi tapi tidak mempunyai waktu untuk diluangkan, alias waktunya udah ketindes ama kegiatan lain. Jadinya kita nggak pernah mengasah hobi kita kerna banyak penundaan #curhat.

2. Ikut Lomba

Ini nih yang seru. Kita bisa mengasah skill kita sekaligus mengukurnya dengan menyerahkan penilaian pada orang lain(baca: juri).

Lombanya gak usah yang muluk-muluk. Langkah awal kalian bisa mengikuti lomba kecil-kecilan. Oh, ya jangan terlalu terpacu dengan hadiahnya. Takutnya kalo kalah nanti malah nggak mau lagi menekuni hobi lagi.

Saya kasih contoh saya sendiri. Saya sekarang mengikuti lomba yang ada di grup ffn Indonesia. Lombanya simple, setiap peserta mengajukan tantang, kemudian tantangan itu di acak dan penantang mendapatkan tantangan dari peserta lain. Yah singkatnya, saling berbagi tantangan secara acak.
Di lomba ini tidak ada hadiah, tidak ada penjurian, tidak ada biaya yang harus diekluarkan. Karena kami (para penulis) ingin mencari tantangan dalam hobinya. Bukan untuk hadiah.

Kalo di atas adalah cara mengembangakn kemudian paragraph di bawah akan berbicara tentang keuntungannya.

Membantu Urusan FInansial

Kalau ini jujur saya belum mencapai titik terang. Sudah beberapa kali mencoba tapi masih belum membuahkan hasil.

Untuk urusan financial, kalian tak perlu ngebeet banget buat mencapainya karena jika jatuh sakit rasanya. Serasa ingin membuang jauh-jauh hobi kita karena PHP. Sebenarnya kita aja yang terlalu berharap.
Saya quote kata-kata Bapak Mario Teguh "Kebanyakan orang hanya membayangkan saat mereka sukses, tapi tidak membayang proses menuju sukses" itu yang saya ingat. Kalo salah maaf yah.

Udah itu aja dulu. Sekarang lagi deg-degan mau lihat tantangan apa yang akan saya terima.
See you…

Membangun Pertemanan

"Dalam membangun pertemanan kita membutuhkan kesabaran dan keuletan"



Eaaa, I am back! #sok_inggris

Sebenarnya saya nulis kalimat yang ada dalam tanda kutip itu biar saat di tampilan home aftu24.blogspot.com gak keliatan banget ngaconya. Masa baru baca summary disuguhin bahasa alay  *lirik paragraph sebelumnya* -_-
Membangun pertemanan
sumber :http://abadishare.blogspot.com/2014/06/tipscara-mudah-membangun-pertemanan.html

Saya disini mau berbagi lagi. Sekarang tentang pertemanan. Ini juga masalah yang saya hadapi kali ini. Hati sungguh miris mengingatnya /dibuang/.

Sebenarnya masalahnya gak terlalu rumit. Cuma hati aja yang berbelit kayak orang lagi sembelit. Ok, kita hilangkan rimanya. Jadi serasa buat pantun.

Saya sudah di bumi selama 16 tahun, kalo gak salah ingat. Akan saya bagikan pengalaman-pengalaman saya sebagai manusia modern yang utuh dan pernah menjalin beberapa kali hubungan. Eits, bukan pacaran, itu gak boleh, ngabisin uang *salah focus*.

Jujur saya kalo gak salah punya sahabat sekitar dua, mungkin. Dan sekarang kami sudah berpencar -sebenarnya cuma saya yang nggak ikut mereka berdua- dibatasi oleh ruang dan jarak yang terbentang.
Saya akan ceritakan awal mulanya.

Saya kalo milih teman tuh biasanya cuma beberapa bulan or minggu (reader : huuuu, pilih-pilih). Kadang kalo kurang cocok saya yang ngerasa aneh. Atau mungkin itu Cuma perasaan saya aja. Entahlah. Tapi initinya saya kalo cari teman bergaul sangat-sangat teliti, berbanding tebalik saat ngerjain soal ujian.

Kalo gak salah mulai lengket kelas VIII dan terus kayak perangko sampe akhir UN kelas IX.
Itu aja lah. Nanti kalo tiba-tiba ada temen sekelas yang tahu blog ini, bisa berabe.
Saya akan bagi tips aja, cara bangun pertemanan. Nggak terlalu ribet dan nggak terlalu manjur*dibuang*.

1. Sering Ngobrol

Ini bisa membuat kalian lebih mengenalnya. Kalian bisa cerita-cerita hobi, mafa(makanan favorit), mifa(minuman favorit) #alay dan masih banyak lagi. Yang penting jangan bagi-bagi rahasia dulu, dia masih berstatus orang luar. Apalagi aib keluarga jangan dibawa-bawa ke bahan obrolan.

Sering ngobrol bukan berarti kayak ibu-ibu arisan. Maksudnya sering nyapa dengan gaya sok manis, kalo ada waktu luang sharing tentang pelajaran dan masih banyak hal baik yang bisa dibicarakan, dengan mulut tentunya bukan dengan kaki.

2. Saling Berbagi

Sebagai teman kita juga harus lebih peka terhadap teman. Siapa tau teman kita sedang kena KanKer (KANtong KERing). Kita beri ia beberapa makanan yang kita punya.
Biasanya kalo baru jadi temen tuh jaim, banget malahan. Minta ini malu, itu juga malu, yah sembarang urusan minta-meminta malu ngomongnya. Eh, itu juga tergantung anaknya introvert atau lawan dari introvert (sory saya gak tau lawannya).

Yah, itu dua tips cara cepat agar kita bisa membangun relationship dengan teman yang baru kita kenal.

Bye…

Author  Note  : Teman-teman apabila ada yang mau beri kritik atau saran silahakan kirim ke email saya aftukun@gmail.com siapa tau ada yang phobia alay. Dan saya akan mencoba memperbaiki diri setelah teman member saran kepada saya.

Author


Aftu

Menerima Diri Apa Adanya (Self-accepting)



Self-accepting. Itulah yang akan saya bahas setelah ini. Karena saya merasa masalah ini sungguh sangat berbahaya. Tuh sampai-sampai saya tulis tebal.

Self-accepting yang apabila diartikan mempunyai arti menerima diri apa adanya. Tidak melebih-lebihkan penilaian terhadap diri sendiri.

Menerima Diri Apa Adanya
sumber : inboxwealth.empowernetwork.com


Kenapa saya mengangkat tema ini? Karena saya pernah mengalami ini dan sangat membuat saya sedikit depresi #alay. Beberapa hari saya moody. Yah kayak anak cewek gitu. Dikit-dikit kesel, dikit-dikit ngambek. Ngambek kok dikit-dikit.

Apabila seseorang menilai diri sendiri terlalu berlebihan, melebihi nilai yang seharusnya; singkatnya ia masih belum mengetahui keadaannya sekarang atau kurang terima dengan keadaannya sekarang. Maka akan timbul sifat jelek berikut.

1. Sombong

Doi akan merasa dirinya perfect karena penilainnya yang berlebihan. Sehingga apabila pandangan orang lain -yang sebenarnya sesuai dengan keadaannya sekarang- nggak match dengan sudut pandangnya ia akan merendahkan lawan bicaranya, atau malah mengolok-olok.

2. Mudah Tersinggung

Oh, ini juga imbas dari debat. Doi akan merasa sakit di lubuk yang paling dalam #alay. Karena ia merasa ia direndahkan orang lain.

3. Sudut Pandang yang Keliru

Di setiap waktu doi akan terus merasakan sakit karena –merasa- dicemooh oleh orang lain atas kekurangannya (padahal itu emang kekurangannya -_-). Ia menjadi (menurut sudut pandang Doi) orang yang paling tersakiti, teraniaya, meraskan jilatan kejamnya dunia dan masih banyak sudut padang negative yang ia pakai untuk melihat dunia yang indah ini.

Itu aja lah. Ini juga saya dapat dari sudut pandang dan pengalaman diri sendiri. Kan ini kategori Dairy, gak apa kan laki-laki punya Dairy. Laki-laki juga punya cerita *diinjek*.
Oh ya saya hampir lupa dengan obatnya (baca:solusi). Sebenarnya saya juga baru mulai tips ini, baru nemu tadi siang saat di warnet yang niatnya pingin cari materi buat MID besok jadi belok ke website motivasi karena flashdisk yang sampai sekarang masih ngambek nggak mau pulang (baca:hilang).

1. Terapkan Self-accepting

Yah jika mau lepas dari belenggu rasa sakit yang  ditimbulkan dari penilaian diri yang tidak sesuai. Cobalah untuk membuat table kelebihan dan kekurangan. Kemudian bandingkan mana yanglebih banyak. Setelah itu coba baca ulang dam renungilah #sok_bijak. Maksud dari renungilah mana kelebihan dan kekurangan yang sebenarnya.

Kelebihan dan kekurangan sebenarnya? Seringkali kita berlebihan dalam menilai diri. Karena itu kita juga butuh penilaian dari orang lain. Cari orang yang dekat dan udah kamu percayai. Kemudian tanyalah kepadanya tentang sifatmu, yang baik dan yang buruk. Jangan Cuma yang baik, itu kan niat kamu  maunya dipuji *plak*.

2. Menerima Apa Adanya

Setelah kita tau apa saja kekurangan dan kelebihan kita, kita bisa mengembangkan apa yang kita punya dan memperbaiki kekurangan kita. Menurut saya ada kekurangan yang tidak bisa diubah, kekurangan fisik. Kalo saya sebut cacat itu terlalu kasar, jadi saya sebut kekurangan fisik. Dan jangan salah pengertian kalo kekurangan yang akan saya bahas berhubungan dengan kegemukan, kurus, dan sejenisnya yang notabanenya masih bisa di atasi.

Kekurangan fisik yang tidak bisa kita ubah ini seharusnya tidak usah kita jadikan masalah. Sebagai manusia kita mempunyai dua sisi layaknya koin, ada kelebihan dan kekurangan. Kita hanya perlu banyak mengambil kesempatan agar koin itu sering menampakkan kelebihan kita.

Andai ada seseoranga yang tidak bisa berjalan karena kehilangan kakinya. Ia bisa mengatasinya dengan membeli kaki palsu kemudian belajar berjalan. Itu yang saya maksud dengan mengambil banyak kesempatan agar peluang untuk menunjukkan kelebihan kita ke orang lain lebih banyak.
Tapi meski kita banyak melempar koin tak jarang kita akan memperlihatkan kekurangan kita. Tapi tak usah dimasalahkan untuk yang kekurangan fisiki karena kita juga harus sadar setiap manusia diberi kelebihan dan kekurangan.

3. Tunjukkan Kelebihanmu

Bukan berarti saya menyuruh kalian untuk sombong. Tapi kalian bisa menggunakan kelebihan kalian untuk berbuat baik.
Contoh. Andai kalian punya bakat menulis, tulislah cerita-cerita yang bermaksud membangun kepribadian yang lebih baik. Kalau kalian muslim atau muslimah kalian bisa membuat cerpen atau novel bertajuk Islami.

Atau jika kalian punya keahlian menggambar. Kalian bisa membuat poster di madding sekolah tentang global warming #umum-banget atau bahaya merokok.

Yah, pokoknya kalian harus bisa untuk menunjukkan bakat kalian, sebenarnya bukan menunjukkan tapi menyumbangkan bakat kalian untuk kebaikan individu disekeliling kita.

Niatnya pingin curhat eh malah jadi kayak Om Mario Teguh #jauh_vroh. Nggak papa lah. Saya sudah memasukkan curhatan saya kedalam  post ini secara sembunyi-sembunyi #keliatan_jelas_banget

Udah yah, pengen tidur buat bekal besok pagi-pagi ngepost nih postingan. Inilah derita yang punya kuota yang cuma bisa dipakai dini hari sampai jam 6 pagi. Eh bukan derita tapi berkah. Kan bisa sekalian sholat tahajjud. #ngeles.

Bye…